Melly Usul Pendidikan Kreatif dari SMP-SMA untuk Cegah Tekanan Mental Anak

Langkah strategis ini jadi sinyal kuat bahwa identitas artis memiliki nilai hukum dan ekonomi tinggi di era industri kreatif modern.

banner 468x60

Melly Goeslaw Dorong Ekonomi Kreatif Masuk RUU Sisdiknas: Sekolah Harus Cetak Anak Berani Gagal dan Jadi Problem Solver

Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI Melly Goeslaw mengusulkan agar RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) memberi dasar hukum yang fleksibel bagi sekolah untuk menambah, mengurangi, dan menyesuaikan struktur mata pelajaran sesuai perkembangan zaman, teknologi, kebutuhan industri, serta perubahan sosial masyarakat.

banner 336x280

Usulan tersebut menitikberatkan pada pentingnya memberi ruang bagi ekonomi kreatif, kewirausahaan digital, pengembangan konten, desain kreatif, bisnis berbasis teknologi, dan etika berkarya untuk mulai diperkenalkan sejak jenjang SMP hingga SMA/SMK.

Menurut Melly, pendidikan nasional tidak boleh lagi kaku dan hanya berorientasi pada transfer ilmu konvensional, tetapi harus mampu menangkap bidang-bidang baru yang menjadi masa depan generasi muda dan sumber pertumbuhan ekonomi negara.

“Sekolah harus menjadi ruang yang membuat anak berani mencoba, berani gagal, dan berani belajar dari kesalahan. Karakter risk taker yang sehat justru lahir dari pendidikan kreatif.”

Materi ekonomi kreatif tersebut diusulkan dapat hadir sebagai mata pelajaran, muatan pilihan, maupun diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sesuai karakteristik satuan pendidikan.

Selain menyiapkan kompetensi masa depan, pendidikan kreatif juga dinilai memiliki dampak penting terhadap stimulasi perkembangan otak siswa, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara inovatif.

Melly menilai ruang kreativitas di sekolah dapat menjadi instrumen penting untuk membentuk anak yang lebih resilien, percaya diri, dan memiliki harapan terhadap masa depannya.

“Alih-alih anak merasa tertekan tanpa ruang ekspresi, pendidikan kreatif justru bisa menjadi jalan untuk menemukan solusi, membangun kepercayaan diri, dan melihat kegagalan sebagai proses belajar.”

Ia menambahkan, pembelajaran ekonomi kreatif sejak dini akan memberi fondasi agar peserta didik tidak hanya mampu menghasilkan karya dan bisnis inovatif, tetapi juga memahami moral, etika, tanggung jawab sosial, serta kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Pendekatan ini juga sejalan dengan praktik di berbagai negara maju yang telah memasukkan kewirausahaan, desain, inovasi, dan industri kreatif ke dalam kurikulum sekolah menengah sebagai strategi menyiapkan generasi masa depan.

Dengan demikian, RUU Sisdiknas diharapkan tidak hanya mengatur pendidikan sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai ekosistem pembentukan generasi produktif, kreatif, tangguh, dan mampu menjadi problem solver bagi bangsa.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed